Bila berkata tentang puisi
kamu juga tahu yakni puisi itu
hanya secebis
ia secebis yg kamu anggap bak daun-daun bersepah
ia hanya bagi kamu
dan ia untuk kamu
namun aku secebis itu
secebis yg bermaruah
secebis yg bernilai
bermaruah dan bernilai
pada kamu-kamu yg menilai
ia dan ia aku tidak pernah lari dari pertanyaan
ditanya mengapa dan kenapa
sebegitu yg aku rasa kamu-kamu ingin mempertewaskan pemikiran aku
"ouh.aku takkan kalah"
tersungkur seketika di medan pertanyaan
terus kamu-kamu keji puisi aku!
terus kamu-kamu maki diri aku
ini aku akan jawab untuk 'kamu-kamu'
"puisi itu adalah sebahagian dari hidup aku.kamu-kamu tiada lah hak untuk mencaci sebahagian dari hidup aku"